Monday, January 14, 2013

Cara Kerja Dan Pengunaan Indikator Trading Forex Lengkap


Cara Kerja Dan Pengunaan Indikator Trading Forex Lengkap - Indikator di Metrateder 4 memiliki lebih dari 30 indikator. Sebelum anda mengetahui ke-30 indikator, anda harus sudah mempelajari cara jitu memilih Indikator Trading Forex untuk mendukung pendalaman belajar cara kerja Indikator di Metrateder 4. Karena jumlah Indikator mencapai 30 indikator, maka saya putuskan untuk meringkasnya dengan menjelaskan beberapa indikator yang sering dipakai para trader professional.

1. Relative Strength Index
Relative Strength Index atau RSI digunakan untuk menghitung perbandingan antara kenaikan dan penurunan harga. Nilai yang dipergunakan RSI adalah 0-100. Fungsi dari indikator RSI adalah untuk mengetahui apakah harga sedang Overbought atau Oversold.

Penggunaan RSI
Kalau kita menggunakan indikator RSI, bila harga RSI bernilai sangat tinggi ( di atas 80) maka waktunya untuk Open Sell dan bila nilai RSI rendah (di bawah 20) berarti waktunya untuk melakukan Open Buy.

2. MACD
Moing Average Convergence Divergence adalah indikator yang berfungsi untuk menunjukkan tren yang sedang terjadi. Di dalam MACD terdapat 2 garis yaitu Signal line dan MACD line. Untuk signal line biasanya berwarna merah, dihitung dalam rentang waktu 9 hari, sedangkan MACD line dihitung dari pengurangan selama 26 hari dan 12 hari. MACD juga dapat digunakan untuk mengetahui kapan waktu untuk buy dan kapan waktu untuk sell.

Penggunaan MACD
Bila MACD posirif dan MACD line memotong signal line dari bawah ke atas maka saatnya buy dan jika MACD negatif dan MACD line memotong signal line maka saatnya sell.

3. Parabolic SAR
Parabolic SAR (Stop and Reversal) digunakan untuk mengetahui kapan terjadinya perubahan tren harga. Parabolic SAR digambarkan dengan titik-titik di atas atau di bawah grafik.

Penggunaan Parabolic SAR
Jika indikator Parabolic SAR berada di bawah harga, maka waktunya untuk buy, dan jika Parabolic SAR berada di atas harga maka waktunya untuk sell.

4. Moving Average
Moving Average atau MA adalah indikator yang sering sekali digunakan para trader. Fungsi indikator ini digunakan untuk menghitung pergerakan harga rata-rata dari suatu instrumen finansial dalam suatu rentang waktu. Biasanya digunakan dalam waktu 5 hari, 10 hari, 20 hari, 50 hari, 100 hari, atau 200 hari. Ada 4 variasi MA yang digunakan dalam analisis teknikal, yaitu:
ü      Simple Moving Average (SMA)
ü      Linear Weighted Moving Average (LWMA)
ü      Exponential Moving Average (EMA)
ü      Smoothed Moving Average (SMMA)

Untuk lebih jelasnya mengenai pengertian dan perbaedaan dari 4 variasi MA adala sebagai berikut, Attach indikator Moving Average kedalam chart, maka akan tampil gambar seperti di bawah ini.


Dari gambar tersebut, kita bisa memilih variasi MA, baik Simple, Exponential, Smoothed, Linear Weighted. Untuk membedakan keempat variasi di atas, maka akan saya berikan warna yang berbeda dengan periode yang sama. Untuk mengubah warnanya, Anda bisa mengubahnya pada kolom style. Pasa variasi Simple Moving Average (SMA) saya akan beri warna merah, sedangkan untuk variasi Exponential Moving Average (EMA) dan smoothed Moving Average (SMMA) kita berikan warna kuning dan biru, dan untuk Linear weighted Moving Average (LWMA) kita akan berikan warna putih. Dengan memberikan warna pada 4 variasi tersebut, maka kita bisa melihat manakah dari keempat variasi tersebut yang sensitif, dan mana yang tidak sensitif dalam merespon harga.


Dari keempat variasi Moving Average di atas, ternyata yang paling sensitif (paling cepat merespon perubahan harga) adalah jenis SMA, EMA dan LWMA. Maka dari itu, ketiga variasi tersebut biasanya sering dipakai untuk bertransaksi jangka pendek. Sedangkan SMMA adalah variasi MA yang kurang sensitif dlam merespon perubahan harga, dan biasanya dipakai untuk transaksi jangka panjang. Semakin sensitif indikator akan sangat membantu untuk memprediksi harga, namun terkadang semakin sensitifnya indikator juga sering memberikan false signal (sinyal yang dihasilkan bisa saja salah atau tidak berlangsung lama). Jika anda ingin bermain aman, maka pilihan yang paling cocok adalah menggunakan variasi SMA dibandingkan dengan variasi yang lainnya. Tetapi jangan anda bermain yang beresiko, dalam arti untungnya besar akan tetapi resikonya juga besar. Anda bisa memilih variasi SMA karena lebih sensitif dalam memberikan sinyal. Walaupun demikian, semua variasi indikator hanya berfungsi sebagai alat bantu dalam membuat keputusan, sedangkan kitalah yang sebenarnya menentukan keputusan tersebut berdasarkan petunjuk indikator.

Penggunaan Moving Average
Penggunaan MA sangat sederhana, anggaplah kita membuat MA dengan periode 8 (merah) dan 12 (biru). Maka ketika MA periode 8 memotong MA periode 12 dari atas kebawah, maka itu berarti sudah saatnya bagi kita untuk sell. Begitu juga sebaliknya jika MA periode 8 memotong MA periode 12 dari bawah ke atas, maka saatnya untuk buy.

5. Stochastic Oscillator
Stochastic Oscillator adalah indikator yang menunjukkan lokasi harga penutupan terakhir dibandingkan dengan range harga terendah atau tertinggi selama periode waktu tertentu.

Penggunaan Stochastic Oscillator
Penggunaan  Stochastic Oscillator adalah, jika nilai Stochastic di atas 80 dan dikatakan overbought, itu berarti sudah waktunya untuk sell, namun jika nilai Stochastic di bawah 20 dan dikatakan oversold, itu berarti sudah waktunya untuk buy. Begitu juga dilihat dari garis %K dan %D. Jika %K memotong %D ke atas, berarti waktunya untuk buy. Dan jika %K memotong %D ke bawah berarti waktunya untuk sell.

6. William Percent Range
William Percent Range (WPR) adalah indikator yang berfungsi untuk menunjukkan apakah suatu harga sudah overbought atau oversold. Harga yang sedah overbought cenderung turun, sedangkan harga yang sudah oversold cenderung untuk naik. Nilai untuk indikator adala 0-100.

Penggunaan William Percent Range
pada prinsipnya, penggunaan indikator ini sangatlah mudah. Bila harga bernilai sangat tinggi, di atas -20, maka waktunya untuk sell dan bila harga bernilai sangat rendah, di bawah -80, maka waktunya untuk buy.

7. Bollinger Bands
Bollinger Bands merupakan indikator yang dibuat dari dua buah garis yang berada pada standar deviasi tertentu  dari garis tengah. Bollinger Bands digunakan untuk mengetahui volatilitas suatu harga. Indikator ini akan melebar saat harga bergerak fluktuatif, dan akan menyempit bila harga bergerak relatif datar.

Penggunaan Bollinger Bands
Cara  penggunaan indikator Bollinger Bands adalah jika harga menyentuh garis atas maka waktunya kita untuk sell. Begitu juga sebaliknya, jika harga menyentuh garis bawah maka waktunya untuk buy. Tetapi perlu diketahui bahwa ketika harga keluar dari garis atas ataupun garis bawah, kemungkinan besar pergerakan harga tersebut akan terus berlanjut

8. Money Flow Index
Money Flow Index (MFI) dikembangkan oleh Laszlo Biriyi, Jr. Indikator ini mengukur seberapa besar aliran uang masuk dan keluar dari suatu produk sekuritas. Indikator ini hampir sama dengan indikator Relative Strength Index (RSI), bedanya adalah indikator RSI hanya memperhitungkan harga, sedangkan indikator MFI juga memperhitungkan volume.

MFI membandingkan aliran uang positif dan aliran uang negatif untuk mendapatkan suatu indikator, yang kemudian dibandingkan dengan harga. Hal ini dilakukan untuk mengenali kekuatan dan kelemahan suatu tren. Seperti halnya RSI, indikator MFI juga menggunakan skala 0-100 dan biasanya menggunakan periode 14 hari. Semakin besar jangka waktu periode yang digunakan, pergerakan naik-turunnya indeks MFI akan lebih halus dan lebih stabil.

Rasio uang positif terjadi jika harga khusus untuk hari ini lebih besar dari harga khusus kemarin. Sedangkan rasio uang negatif terjadi jika harga khusus untuk hari ini lebih kecil dari harga khusus kemarin. Besarnya harga uang positif dihitung sebagai penjumlahan aliran uang yang positif sebanyak periode yang ditentukan. Begitu pulsa besarnya uang negatif dihitung sebagai penjumlahan aliran uang negatif sebanyak periode yang ditentukan.

Penggunaan Money Flow Index
Penggunaan indikator MFI hampir sama dengan penggunaan indikator RSI, yaitu dapat digunakan sebagai indikator pembalikan arah tren (divergence) atau sebagai indikator terjadinya titik jenuh beli (overbougth) ataupun titik jenuh jual (oversold).

Jika arah pergerakan indikator MFI berlawanan dengan arah pergerakan harga suatu produk, maka dapat dipastikan akan terjadi perubahan arah tren harga. Namun demikian keadaan seperti ini dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama, baru kemudianterjadi perubahan arah tren harga. Karena itu, sebaiknya penggunaan indikator ini digabungkan dengan penggunaan indikator lainnya.

Dengan menggunakan metode tersebut, kita dapat mendapatkan perkiraan bahwa sinyal beli akan muncul jika arah pergerakan MFI naik, sementara arah pergerakan harga menurun. Sebaliknya sinyak jual muncul jika arah pergerakan indikator MFI turun, sedangkan arah pergerakan harga naik.

Indikator MFI juga dapat digunakan untuk menentukan apakah terlalu banyak ataukah masih terlalu sedikit volume yang sedang diperdagangkan. Jika sudah terlalu banyak volume yang diperdagangkan, maka akan terjadi kedaan jenuh beli sehingga investor cenderung turun. Jika kita menggunakan metode yang didasarkan oleh volume, maka sinyal jual (sell) muncul jika MFI berada di atas 80 dan sinyal beli (buy) muncul jika MFI berada di bawah 20.

Sumber : tokotuaforex.blogspot.com

0 comments:

Post a Comment